
Properti di Indonesia terbukti bisa mempertahankan daya tariknya sebagai aset investasi. Setelah menarik perhatian investor karena kondisi pasarnya, terutama pertumbuhan pada ekonomi, kelas menengah yang sedang berkembang dan urbanisasi yang meningkat.
Investasi luar negeri bukanlah hal yang baru bagi Indonesia, Taiwan bahkan telah menjadikan negara ini sebagai tempat untuk berinvestasi.
Namun Singapura terus menduduki peringkat teratas sebagai pemain paling aktif di pasar yang sedang berkembang ini. Terpikat oleh pembangunan infrastruktur di dalam negeri dan juga kenaikan rating Standard & Poor pada ‘Investment Grade’.
“Singapura terus berinvestasi di Indonesia dan menunjukkan kepercayaan diri mereka di negara ini.”
Para investor bukan hanya individu saja tapi juga perusahaan properti sukses yang ingin memperlebar sayap mereka. Salah satunya adalah perusahaan Singapura CapitaLand yang sudah tidak asing lagi dengan negara Indonesia. Baru-baru ini mereka mengumumkan rencana untuk memperluas brand Ascott miliknya di seluruh negeri dan menambahkan lebih banyak properti ke dalam portofolio mereka.
Baca juga: Investasi di Sektor Pariwisata
Singapura telah lama melihat potensi yang ada di Indonesia. Pengembang lainnya seperti Keppel Land dan Pollux Properties merupakan perusahaan yang berinvestasi di properti dan berkembang di kawasan ini termasuk China, Vietnam dan Myanmar di sektor perumahan, komersial dan hotel. Bulan ini mereka baru saja membangun sebuah pusat bisnis di Jakarta dengan biaya Rp 586 miliar, perusahaan ini melakukan pembelian dari Bank Central Asia di Indonesia. Pollux Properties memiliki fokus untuk membangun proyek real estate premium dengan penekanan pada properti mewah di Indonesia.
Ini merupakan bukti nyata kepercayaan investor luar negeri di pasar Indonesia.















