Kampung Pelangi Menjadi Daya Tarik Turis

Image courtesy of Nurbiantoro Santosa www.hanciong.deviantart.com

Berbagai warna spektrum telah mencerahkan kampung yang tadinya terkenal kumuh, Gunung Brintik, di Pulau Jawa. Dijuluki ‘Rainbow Village’ (Kampung Pelangi), daerah kumuh ini sekarang sedang menjadi pembicaraan publik, bahkan menjadi sorotan dunia. Warga perkampungan kumuh di Selatan Semarang ini diminta untuk mengecat rumahnya dengan warna-warna yang cerah. Tujuannya adalah untuk menghidupkan kembali daerah perbukitan yang malang ini. Dan cara ini terbukti berhasil. Kampung Pelangi saat ini menjadi viral berkat beberapa unggahan foto di social media.

Ide ini bermula dari seorang guru SMA, yaitu Bapak Slamet Widodo. Cat yang digunakan oleh warga dibiayai oleh pemerintah, bank, perusahaan konstruksi, pengembang, dan perusahaan cat. Kota ini berjarak 450 kilometer dari Jakarta yang sekarang sudah menjadi kiblat bagi mereka yang ingin memiliki foto di kampung yang berwarna cerah di Indonesia.

Tempat yang tadinya tidak mencolok, sekarang menjadi pusat perhatian bagi setiap orang yang melewatinya. Widodo berharap ini akan menimbulkan rasa saling memiliki antara warga yang tinggal di kampung ini. Selain itu juga menumbuhkan kreativitas serta harapan dapat memperbaiki kesejahteraan warga.

Bagi mereka yang tinggal di kampung ini sudah merasakan efek positif dari hasil lukisan-lukisan indah tersebut. Sebagian dari mereka menjual tiket wisata kepada pengujung dan sebagian menjual souvenir yang membantu meningkatkan pendapatan. Salah satu warga berpendapat, kampung ini sekarang sangat ‘dinamis’ dan tidak ‘sepi’ seperti sebelumnya. Karena sekarang para wanita dapat membantu keluarganya untuk mendapat pemasukan.

Ini baru fase pertama dari beberapa rencana yang akan dilakukan oleh Walikota Semarang, Henrar Prihadi. Setelah Kampung Pelangi, Henrar Prihadi akan berencana untuk meningkatkan beberapa fasilitas di sekitar kampung tersebut. Diantaranya sistem drainase, trotoar untuk pejalan kaki, dan food court.