
Perusahaan konstruksi PT Adhi Karya telah mengumumkan akan menyediakan perumahan bersama enam jalur Jakarta Light Rail Transit (LRT). Tujuannya adalah untuk menyediakan rumah dengan biaya rendah dan terjangkau dengan anggaran tingkat menengah dan rendah.
Sebuah rencana yang akan membuat Presiden Jokowi bahagia yang juga telah menyuarakan keinginannya mengenai rumah dengan harga yang lebih terjangkau beberapa bulan lalu.
“Adhi Karya telah menyatakan keinginannya untuk menciptakan kawasan hunian terpadu serta properti komersial dan hotel. Skema ini akan disebut dengan LRT City.”
Total investasi LRT diperkirakan sebesar Rp 35 triliun. Ini merupakan proyek infrastruktur yang sangat dibutuhkan untuk sebuah kota yang memiliki masalah kemacetan. Proyek ini akan diluncurkan dalam beberapa tahap. Tahap pertama meliputi rute Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang dan Cawang-Dukuh Atas dengan panjang 42 km. Dan tahap kedua akan meliputi rute Cibubur-Bogor, Dukuh Atas-Palmerah-Senayan, dan Palmerah – Grogol.
Proyek residensial akan menghabiskan biaya Rp 12 triliun dan diperkirakan akan memakan waktu delapan sampai sepuluh tahun untuk menyelesaikannya. Proyek ini akan menempati lahan seluas 50 hektar dari tahap 1 dan 2 proyek LRT. 11,5 hektar kawasan Ciracas, 16,5 hektar kawasan Bekasi Timur, 14,9 hektar kawasan Sentul Park Bogor, 5.1 hektar kawasan Jaticempaka, 0,47 hektar kawasan Butik Bekasi Barat, dan 1,2 kawasan Cikoko.
Enam proyek tersebut sudah berjalan dan empat proyek yang tersisa akan menjadi usaha patungan dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) di Jl Gatot Subroto, Kota LRT di Cikunir I, dan LRT City Cikunir II, dan LRT City Cibubur.















