
Bali merupakan tujuan wisata yang paling populer di Indonesia. Saat Anda berada di pulau dewata ini, Anda akan menemukan banyak turis yang berasal dari Australia. Terdapat lebih dari satu juta turis Australia yang datang ke pulau Bali setiap tahunnya yang terpikat oleh pemandangan tropis, pantai dan biaya hidup yang rendah.
Bali adalah tujuan wisata pantai terdekat dari Australia. Hal tersebut membuat warga Australia tertarik untuk memiliki hunian di Bali. Dan berinvestasi properti baik itu villa atau rumah yang dapat mereka sewakan kepada wisatawan lainnya.
Baca juga: Investasi di Sektor Pariwisata
Harga properti di Bali dinilai jauh lebih rendah daripada di negara Australia. Turis Australia menilai bahwa villa-villa mewah di Bali memiliki prospek yang baik. Selain itu, terdapat banyak layanan tambahan seperti asisten rumah tangga, koki, bahkan butler yang harganya terjangkau. Hal-hal tersebut menjadikan Bali masih menjadi destinasi favorit turis Australia.
Meskipun orang asing tidak diizinkan untuk memiliki tanah di Indonesia, ternyata masih ada cara untuk mengatasi hal ini. Solusi untuk hal tersebut adalah para invetor asing dapat menyewa properti untuk jangka panjang atau bekerjasama dengan warga negara Indonesia.
Peraturan tersebut rupanya tidak menjadi halangan bagi warga Australia untuk berinvestasi di Bali. Terdapat sekitar 40 persen warga asing yang berinvestasi properti di Bali termasuk investor yang berasal dari Singapura, China dan Hong Kong.
Ada banyak alasan yang menjadikan warga Australia senang untuk datang ke pulau Bali. Diluar itu, terdapat banyak penerbangan yang beroperasi ke pulau ini yang tentunya mudah untuk di akses.















