
Hadirnya Airnbnb di Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Indonesia, hingga Thailand telah memberikan perubahan pada bisnis penginapan. Banyak traveler yang ingin menggunakan Airbnb karena harganya dinilai lebih murah dibandingan dengan hotel. Bagi beberapa tuan rumah (Host) mengaku senang, karena mereka bisa mendapatkan kesempatan mengenal orang-orang baru dan tentunya menambah penghasilan.
Namun, ternyata ada beberapa hal yang dikeluhkan oleh para tuan rumah. Keluhan terbesar disebabkan oleh perilaku para tamu Airbnb yang terkadang mengganggu kehidupan warga sekitar. Hal yang tidak menyenangkan ini rupanya sering terjadi di unit kondominium.
Pengalaman tersebut memaksa pengelola bangunan membuat peraturan untuk membatasi layanan, bahkan ada yang sampai memberikan larangan untuk para tamu. Di Thailand, status Airbnb dan situs serupa tetap diperbolehkan. Walapun terdapat beberapa tanda peringatan seperti “Tidak memperbolehkan sewa jangka pendek” di lobi dan lift pada hunian-hunian di Bangkok. Berita baiknya, Anda tidak akan menemukan peringatan tersebut di Vietnam, Indonesia atau Filipina.
Jika Anda berencana untuk melakukan wisata ke negara-negara di Asia Tenggara dan ingin menggunakan Airbnb, sangat penting untuk menjaga sikap Anda. Hal ini tentunya tidak sulit untuk dilakukan demi kenyaman Anda, tuan rumah, juga warga atau wisatawan lainnya di sekitar hunian. Berikut tipsnya untuk Anda:
Bersikaplah Seperti Penghuni
Sebagian kecil pengguna Airbnb tidak mengerti bahwa mereka tinggal di sebuah hunian, bukan hotel. Anda mungkin akan menemukan tamu yang membuang sampah sembarangan atau bahkan orang yang menelepon dengan suara yang sangat keras. Hal-hal tersebut tentunya membuat orang-orang disekitarnya merasa tidak nyaman.
Salah satu selling point dari Airbnb adalah authentic, dimana Anda akan hidup dengan penduduk lokal. Artinya, Anda harus menjaga sikap Anda. Jangan menyalakan musik terlalu keras dan apabila Anda membutuhkan suatu barang, pastikan Anda izin kepada tuan rumah terlebih dahulu. Bisa saja barang tersebut tidak termasuk fasilitas yang dijanjikan.
Jangan Menggunakan Fasilitas Pada Jam Sibuk
Hal lain yang tidak disadari oleh tamu Airbnb adalah para pemilik unit kondominium harus membayar biaya tambahan sekitar USD 300 sampai dengan USD 2000 untuk fasilitas sarana kebugaran. Biaya ini adalah biaya untuk pemeliharaan dan menutupi biaya tamu yang tinggal di unit tersebut. Sehingga tamu tidak perlu membayar biaya tambahan untuk menikmati fasilitas ini.
Namun, beberapa pemilik unit mungkin kecewa dengan hal ini. Sebagian dari mereka bahkan melaporkan tamu yang kedapatan menggunakan fasilitas tersebut. Di sebagian negara, Anda mungkin saja diminta untuk pergi.
Solusinya, jangan menggunakan fasilitas kolam renang atau sarana kebugaraan pada saat jam sibuk. Area ini pasti akan dipenuhi oleh para penghuni kondominium. Karena Anda sedang berlibur, Anda bisa menggunakan fasilitas ini pada pukul 9:30 pagi, ketika semua orang pergi untuk bekerja.
Jangan Remehkan Pentingnya Keamanan
Keluhan lainnya dari tuan rumah tentang tamu Airbnb adalah sebagian dari mereka mengabaikan keamanan demi kenyamanan mereka sendiri. Hal yang sering terjadi adalah pintu keamanan yang memerlukan access card dibiarkan terbuka dan menggandakan kunci tanpa izin tuan rumah.
Keamanan merupakan hal yang sangat penting bagi orang yang tinggal di negara-negara Asia Tenggara. Sebagai tamu, sudah seharusnya Anda tidak mengabaikan hal ini. Selain dari sisi harga, memang banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari jasa Airbnb. Tapi jangan sampai Anda merugikan pihak penyewa, ya!















