Mengapa Para Investor Mulai Melirik Pasar Properti Indonesia?

Investor Mulai Melirik Pasar Properti Indonesia

Asia dianggap sebagai pasar yang sedang berkembang. Hal ini menarik banyak investor yang ingin mencelupkan jari kaki mereka ke negara-negara yang mungkin bukan tanah air mereka. Hasil “panen” yang tinggi membuat orang asing tertarik untuk datang ke Indonesia, seperti Kamboja dan Filipina. Alasannya? Well, negara-negara ini sedang memasuki fase kematangan. Pertumbuhan ekonomi yang sehat, meningkatnya urbanisasi dan populasi muda merupakan faktor yang memacu hal ini.

Selain itu, terdapat negara-negara yang menawarkan label harga yang lebih rendah dan menjadi pasar yang kuat seperti Australia dan Selandia Baru. Meskipun kedua pasar ini tumbuh dengan baik, para investor harus memiliki keuangan yang baik pula untuk menjadi pemilik properti dan perlu memenuhi kriteria ketat jika mereka ingin memiliki pinjaman sebagai bagian dari pembelian mereka.

Pasar lain yang juga menguntungkan dan berada pada tahap akhir intervensi pemerintah yang sedang dalam upaya untuk mendinginkan kenaikan harga, yaitu China dan Hong Kong. Meski harga yang diimplementasikan masih melonjak tinggi di Hong Kong.

Baca juga: Negara Ini Menjadi Investor Terbesar di Indonesia

Additional stamp duties pun telah diperkenalkan sebagai cara untuk memperlambat pasar namun masih ada kehausan yang nyata akan properti di negara ini. Meskipun di China intervensi berjalan dan pertumbuhan harga rumah menurun, pasar ini ternyata kehilangan daya tariknya bagi para investor.

“Di Indonesia, pasar properti sudah menunjukkan tanda-tanda janji manis.”

Amnesti pajak yang diperkenalkan pada awal tahun oleh Presiden Joko Widodo yang bertujuan untuk menyambut investor asing dan menyuntikkan lebih banyak dana ke bidang infrastruktur. Kemajuan ini membawa dampak positif kepada pasar properti.

Sementara itu, beberapa investor bertahan untuk menunggu tahun yang tepat sampai pasar dianggap mulai memasuki tingkat kematangan.

Pertumbuhan tahun lalu tercatat sebesar 2,4% (year-on-year). Ditambah lagi, para pengembang diminta untuk memenuhi kebutuhan properti yang sesuai dengan pertumbuhan properti di pasar Indonesia.

Hal ini memberikan peluang yang lebih besar bagi para investor untuk membeli properti sesuai dengan anggaran dan kebutuhan mereka.

Jika Anda ingin berinvestasi properti di Indonesia, maka Anda dapat melihat daftar properti yang kami miliki secara online disini.